Penjelasan Kabinet Burhanuddin Harahap Lengkap

By | Januari 31, 2021

Dalam hal ini, walaupun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, bukan berarti Indonesia telah merdeka sepenuhnya. Keadaan negara pasca kemerdekaan belum menguntungkan, dan ada juga beberapa perubahan dalam kabinet pemerintahan. Salah satu lemari pemerintahan yang ada setelah kemerdekaan Republik Indonesia adalah kabinet Burhanuddin Harahap.

 

Gubuk Burhanuddin Harahap dibentuk pada 12 Agustus 1955 dengan mengangkat Burhanuddin Harahap sebagai kepala pemerintahan dan Presiden Soekarno sebagai kepala negara. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari beberapa partai dan hampir menjadi kabinet nasional karena jumlah partai yang tergabung dalam kabinet koalisi ini sebanyak 13 partai.

 

Tahapan kabinet Burhanuddin Har didominasi oleh partai Masyumi, meskipun banyak partai dalam kabinet ini, namun terkesan hanya sebagai pelengkap, ada juga pihak yang menyebut kabinet ini kabinet Maskhumi karena masyarakat Masyum didominasi oleh Dewan Menteri. PNI tidak duduk di kabinet ini, tetapi PNI bersama PIR Wongsonegoro, SKI, PKI dan Progresif bertindak sebagai oposisi.

 

Kabinet Burhanuddin Harahap menjabat dari 12 Agustus 1955 hingga 3 Maret 1956. Pada 3 Maret 1956, Perdana Menteri Burhanuddin Harahap, sebagai pembina kabinet, menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno agar kabinet ini resmi dinyatakan demisioner.

 

Program Kerja Kabinet Burhanuddin Harahap

Mengembalikan kewibawaan moral pemerintah, dalam hal ini kepercayaan militer dan masyarakat kepada pemerintah.

Adakan pemilihan umum sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan dan rayakan pembentukan parlemen baru.

Juga pada tahun 1955 menyelesaikan undang-undang tentang desentralisasi mungkin.

Hilangkan faktor-faktor penyebab inflasi.

Memberantas korupsi.

Perjuangan terus membawa Irlandia Barat kembali ke wilayah NKRI.

Mengembangkan kerjasama politik antara Asia dan Afrika berdasarkan kebijakan bebas aktif menuju perdamaian.

Meskipun jadwal kerja di atas terlihat cukup praktis dan tidak banyak, namun pada masa pemerintahan kabinet hanya sebagian besar jadwal kerja yang dilaksanakan mengingat kabinet ini berdurasi pendek, hanya sekitar 6,5 bulan.

 

Program kerja yang belum terlaksana adalah pengembalian wilayah Irian Barat menjadi wilayah negara Indonesia. Meskipun demikian, program kerja ini tetap dilaksanakan dan berhasil pada masa pemerintahan Kabinet Tenaga Kerja III yang berlangsung pada tanggal 1 Mei 1963.

 

Sementara itu, program kerja kabinet Burhanuddin Harahap yang dijalankan dengan sangat baik adalah:

 

Melakukan perbaikan ekonomi, termasuk sukses mengendalikan harga dengan cara menjaganya agar tidak terjadi inflasi dan sebagainya. Secara ekonomi, kabinet ini telah berjalan cukup baik. Bisa dikatakan kehidupan masyarakat selama pemerintahan ini cukup sejahtera karena harga kebutuhan pokok tidak naik akibat inflasi.

Pemilihan umum sukses diadakan untuk anggota DPR.

Ia berhasil mengembalikan wibawa pemerintahan Republik Indonesia di mata tentara.

Berakhirnya Burhanuddin Harahap Burhanuddin Harahap Menjadi

Kabinet Meski kabinet hanya berkuasa selama 6,5 ​​bulan, banyak keberhasilan dan keberhasilan yang telah diraih. Pada kenyataannya kabinet ini telah berusaha menjalankan sistem pemerintahan yang kompak dan utuh serta tidak ada konflik dan retakan dalam kabinet.

 

Selain itu, pada masa pemerintahannya tidak ada konflik antara partai-partai yang tergabung dalam koalisi kabinet ini, tidak seperti kabinet-kabinet sebelumnya. Di sisi lain, kelompok oposisi seperti PNI dan sejenisnya belum terlalu berusaha untuk menggulingkan pemerintah. Jadi bisa dikatakan selama pemerintahan ini berjalan, sistem pemerintahan yang dipimpinnya sudah baik.

 

Hanya saja Presiden Soekarno sebenarnya tidak menyetujui kabinet ini karena dia adalah Wakil Presiden Moh. Hatta, setelah pengumuman hasil pemungutan suara dan pembagian kursi di DPR, pada tanggal 2 Maret 1956 pukul 10.00, Kabinet Burhanuddin Harahap mengundurkan diri, selain menyerahkan mandat kepada Presiden untuk membentuk kursi baru. kabinet berdasarkan hasil pemilihan umum.

 

Makanya perdebatan tentang sejarah “Kabinet Burhanuddin Harahap” dan (Program Kerja – Selesai). Semoga review ini menambah wawasan dan pengetahuan bapak, terima kasih banyak sudah berkunjung ke kami.

Referensi: https://sudutpintar.com/